Dalam format DJ Set, Ladytron, sebuah band asal Inggris mengutus dua personelnya (Mira Aroyo dan Reuben Wu) untuk menghibur Jakarta, di Blowfish, pada 12 Maret lalu.
Blowfish sendiri, meski biasanya selalu padat ketika ada artis luar negeri yang tampil, malam itu terlihat cukup lowong. Crowd masih bisa berjalan-jalan di dalam klub dengan mudahnya, kepulan asap rokok tidak sampai membuat mata saya menjadi merah. Kuota crowd malam itu sangat ideal untuk menikmati sebuah party event.
Sekitar pukul 01.00 dini hari, apa yang ditunggu-tunggu crowd pun tiba. Dua personil Ladytron tadi naik ke atas stage dan memutar “What Else is There” sebagai opening track. Sontak, crowd pun bersorak, mengacung-acungkan tangan ke udara, dan merapat ke depan DJ booth. Anda tahu, sangatlah mudah untuk membuat seorang fans untuk larut dalam performance. Masalahnya, crowd Blowfish malam itu tak semuanya die hard fans dari Ladytron. Apa ini mempengaruhi Ladytron dalam memilih opening track? hanya mereka yang tahu. Yang jelas, lagu itu sudah ‘basi’, namun jelas mengundang riuh sorak di malam itu.
Kesuksesan opening ternyata tak berjalan mulus. Ladytron terdengar kasar dalam meramu set-nya. Pada 20 menit pertama, terdengar banyak doubling dan tempo yang ‘lari-larian’. Jujur saja, ini mengganggu telinga saya, dan sangat tidak pantas untuk dilakukan oleh artis sekelas Ladytron. Pada akhirnya, saya hanya memakluminya mengingat mereka adalah sebuah band, bukan DJ.
Penampilan buruk mereka di awal diselamatkan oleh track “Enjoy the Silence”. Ini membuat satu ruangan terdengar sing along. Kemudian, penampilan mereka mulai stabil, tetap dengan tempo yang pelan, serta karakter sound yang berat dan penuh elemen disko dan distorsi. Sesekali mereka menyelipkan track yang familiar, seperi “Phantom Part II” serta remix lagu “Stress” -nya JUSTICE.
Sejak pertengahan penampilan, mereka mulai menaikkan tempo sedikit demi sedikit, memutar tracks yang lebih kaya akan elemen tech dan membuat party memanas. Crowd mulai terbelah dua. Yang suka semakin merapat ke depan, dan, yang bukan fans Ladytron terlihat lebih banyak duduk di meja atau bersandar di bar. And, the party goes on…
Ladytron tampil selama kurang-lebih dua jam. Pada akhir penampilannya, mereka mengubah set mereka menjadi lebih mashed up, termasuk dengan memasukkan lagu Song 2 -nya Blur yang telah di remix. Penonton terlihat senang dengan ini. Sekitar pukul 03.00 mereka menyudahi aksinya. Overall, saya kurang suka dengan penampilan mereka, tapi saya menikmati party-nya. Satu pertanyaan yang tersisa di kepala saya ialah, mengapa mereka susah sekali tersenyum? Ya, Ladytron terlihat dingin malam itu.
