Jadi, ini adalah artikel pertama di blog ini yang berkategori “Daily Journal”. Ya, saya mencoba untuk mendisiplinkan diri untuk menulis, melemaskan otot-otot menulis saya yang belakangan kaku -saya tidak kuat untuk menulis 2000 kata, dan saya adalah penulis? hmm…-. Selain itu, dengan daily journal ini saya juga ingin merekam perjalanan hidup ini dari hari ke hari, untuk kemudian di evaluasi di akhir 2010, dengan catatan: saya masih hidup dan cukup hidup untuk melakukannya.

iPad bantu metamorfosis majalah cetak?

Ok, so what’s on today? Hm, saya memulai hari ini dengan membaca artikel tentang iPad yang dibahas oleh Chris Anderson dari Wired. Intinya, bahwa keberadaan iPad sangat mungkin berpengaruh terhadap pola kebiasaan orang dalam membaca dan mungkin sebuah solusi bagi sebuah media cetak untuk go digital. Maksudnya adalah majalah digital, bukan website.

Apa yang selama ini menjadi kendala bagi majalah online ialah terutama dikarenakan pola kebiasaan yang berbeda tadi. Jika dalam versi cetak sangatlah enak untuk membaca artikel 5000 kata, namun ketika artikel tersebut dipindahkan ke media online, maka akan sangat menjemukan dan melelahkan mata. Untuk fotografi, sebuah fashion spread di majalah belum tergantikan di media online. Apalagi untuk desain, desainer cetak tentu akan ‘mati gaya’. Budayanya berbeda, treatment-nya juga harus berbeda.

Jadi, inilah celah bagi iPad untuk masuk. Ia seperti ingin memberi solusi untuk banyak pihak. Pertama, ia ingin membuka mata pembaca bahwa sekarang ini kita memasuki era digital, di mana efisiensi, kecepatan, dan kemudahan sangat dibutuhkan. Kedua, ia memberi solusi untuk majalah cetak agar mereka tetap bisa hidup, meski tanpa membuang-buang kertas. Anda mengerti maksud saya? Produk mereka akan tetap sama, ada layout menarik, fashion spread yang cantik, tulisan yang mendalam, namun bukan dalam bentuk majalah, melainkan file. Digital magazine ini tentu tidak akan enak jika dibaca di Blackberry atau PC. Namun, sepertinya iPad menawarkan sensasi yang berbeda. Dan, tentu saja, seperti layaknya produk Apple yang lain, iPad memiliki “cool” factor. Bisakah ia membawa perubahan? mari kita lihat dengan seksama.

Setelah iPad. Pagi ini saya lanjutkan dengan semangkuk bubur ayam, segelas air putih, sebatang rokok, dan secangkir kopi hitam. Lalu, saya menengok apa saja yang sedang terjadi di Jakarta melalui Twitter. Hm, ternyata radio Prambors ulang tahun. Selamat ulang tahun! semoga meski pun sudah tua tapi tetap berjiwa muda.

Sekian dulu jurnal pagi ini, karena saya musti kembali ke pekerjaan. Apa yang harus saya lakukan hari ini ialah melakukan riset tentang Nike Running, karena saya akan meeting bersama orang-orang ini nanti siang. Plus, satu yang pasti ialah menulis untuk areamagz.com. Happy Thursday lads!

  • Share/Bookmark