Simplify life into black and white. You may see things clearer.

Sabtu, 8 Mei 2010.

Beberapa jam sebelum saya mengambil gambar ini, kami berada di rumah duka. Seorang teman meninggal dunia. Ia sedang membonceng temannya ketika motor yang dikendarai lepas kendali, menabrak pemisah jalan, melontarkannya hingga menghantam mobil. Helm-nya hanya retak sepanjang 3 cm, namun ia tewas.

Dalam duka, pertanyaan-pertanyaan tipikal itu menyeruak. Tentu, jika Tuhan sudi menjawab, apa yang akan dikatakan-Nya tidak kan mudah dimengerti. Ada sebab yang berbuah akibat, ada jalinan tali karma, ada faktor ‘x’, ada ini dan itu, ada banyak distorsi yang pada akhirnya hanya membuat manusia hanya bisa menerima. Menerima kebodohannya.

Distorsi itulah warna. Warna itu indah, tapi rumit. Ia mengaburkan Yin dan Yang. Tak seperti hitam dan putih yang jujur. Jika kita bisa melihat hidup dalam hitam-putih, maka segala sesuatunya akan lebih mudah dimengerti. Jika manusia mampu melampaui hitam-putih, manunggaling kawula gusti.

  • Share/Bookmark