PT Media Satu punya ‘bayi’ baru, namanya areamagz.com (selanjutnya akan disebut areamagz). Awalnya, ini hanya merupakan respon majalah Area terhadap tantangan era digital. Sifatnya masih sebagai pelengkap. Proses kelahirannya cukup panjang, dimulai sejak pertengahan 2009. Dulu, Darwita Karin (Editor), Putri Ningrum (Senior Reporter), dan Martin Johnindra (Reporter) yang ditugaskan untuk merancang ‘cetak biru’-nya, di bawah supervisi Aksara Sophiaan yang kala itu menjabat Editor in Chief majalah Area.
Cetak biru itu sudah jadi, ketika pada bulan Januari 2010 saya dipercaya untuk menjadi Editor dari situs yang belum ada ini. Aksara pindah ke grup MRA. Darwita naik jadi Managing Editor majalah Area, Putri sudah jadi Editor majalah Area versi cetak. Reshuffle ini membuat Reza Puspo (CEO PT Media Satu) terpaksa kembali turun tangan.
Kala itu, saya cukup bingung untuk memulai. Mengambil alih kapal di tengah jalan sungguh suatu tantangan besar. Sementara, modal saya hanya kegemaran menulis di blog dan pengetahuan tentang online media yang belum teruji (saya banyak belajar dari Rizky Syazuli soal ini. Ia bekas rekan sekantor, kini bekerja di Magnivate). Namun, Reza sudah menitahkan demikian. Ia juga membantu ‘meringankan’ beban saya.
“Gue baru di sini (majalah online), kita semua baru. Jadi, ayo kita belajar bareng. Jadikan areamagz sebagai ‘taman bermain’ lo. Pelajari semua ilmunya, lalu terapkan.”
Terdengar menyenangkan dan tanpa beban. Tapi saya tahu, Reza butuh pembuktian. Dan, ia lihai sekali memerankan karakter debt collector.
Saya bukan orang yang spekulatif, terutama dalam pekerjaan. Sebelum saya ‘menyentuh’ cetak biru areamagz, ada hal lain yang perlu dilakukan. Riset. Atas bimbingan seorang teman yang bisa ilmu statistik, jadilah saya membuat kuesioner simpel. Kuesioner itu dirancang untuk mengetahui bagaimana respon pasar terhadap si bayi yang akan lahir ini. Data yang terkumpul jadi semacam peta bagi saya untuk melangkah dan menyusun strategi. Setidaknya, saya punya dasar untuk membentuk suatu asumsi.
“Benar juga. Sebelumnya, memang ngga ada yang memperhatikan hal-hal kaya gini.”
Zulkifli, Web Designer areamagz, berkata pada Reza Puspo. Waktu itu ada Leonardo Situmorang (Web Programmer) dan Nicko Krisna (Head of Online Division) juga. Saya mulai mengobrak-abrik cetak biru areamagz. Saya bukan tak suka desain dan estetikanya, namun pertanyaannya adalah: apakah desain itu sudah sejalan dengan prinsip efisiensi dan efektifitas sebuah situs? Menurut saya belum.
Saya tidak semena-mena dalam beropini. Terlebih dulu, saya banyak berdiskusi dengan para web programmer, mampir ke situs-situs luar negeri sejenis seperti papermag.com, plus mencuri ilmu di blog-nya Pandu Truhandito (terima kasih). Kesimpulannya: cetak biru areamagz harus diubah, demi kelancaran hidupnya di kemudian hari.
Areamagz lama pun disterilkan (meminjam istilah Leonardo). Hasil analisa diterapkan, revisi demi revisi dilakukan, data-data yang sudah masuk dibuang, diganti dengan database baru yang sudah disunting dan ‘dipercantik’ dengan Search Engine Optimization (SEO). Waktu itu kami hanya tim kecil yang bekerja habis-habisan. Saya dari Area adalah ‘klien’ divisi online-nya Nicko, yang membawahi Zulkifli dan Leonardo. Di atas kami ada Reza Puspo. Selama pengerjaan, ia bertindak sebagai supervisor dan decision maker untuk hal-hal yang krusial atau fundamental. Darwita sesekali menengok dan memberi masukan.
Nicko Krisna adalah tandem saya. Ia selalu datang ke kantor paling pagi. Tapi, ia punya istri, jadi tak bisa pulang terlalu malam. Zulkifli baru mau menikah, ia kerap disibukkan dengan urusan itu. Ia melaksanakan tanggung jawabnya dengan menyempatkan diri bekerja malam dari rumah. Praktis, jika malam sudah larut, di kantor hanya ada saya dan Leonardo. Biasanya, saya pulang duluan. Leonardo sering menginap.
Setelah sekitar dua setengah bulan pengerjaan, areamagz.com mulai online pada 15 Februari 2010. Statusnya masih ‘alpha’, belum layak dipublikasikan kepada masyarakat. Orang-orang kantor saja yang diperkenankan menguji situs ini, serta dihimbau untuk memberikan kritik dan saran. Ini fase trial and error. Tapi, kemunculannya toh, terdeteksi juga. Di akhir Februari, kami menjaring 1.817 pengunjung.
Selanjutnya, pengunjung areamagz berangsur-angsur meningkat. Juli lalu, pengunjungnya ada 9.238, rekor tertinggi saat ini. Dan, jika dijumlah sejak pertama kali online, pengunjung situs kami sebanyak 45.031. Saya ingat betul target yang dibebankan Reza di awal 2010.
“Dalam setahun, areamagz harus menjaring pengunjung tiga kali lipat lebih banyak dari situs Clear After Hours (CAH).”
Situs CAH menjaring 20 ribuan pengunjung sepanjang tahun 2009. Dengan ini, saya masih punya sekitar empat bulan untuk melampaui target. Oh, kini CAH sudah mati.
Areamagz terus berjalan. Statusnya ’beta forever’, kalau kata Zulkifli. Secara implisit, ini mengingatkan saya untuk tidak pernah berhenti berkembang. Leonardo telah meninggalkan kami sejak Maret, saya masih berhubungan baik dengannya. Posisinya digantikan oleh Medi. Nicko Krisna positif undur diri bulan depan, pindah ke perusahaan yang bergerak di bidang distribusi musik online. “Digital lable”, begitu istilah kerennya. Jasa Nicko amatlah besar.
