Archives for: September 2010
“Gadgetry and Rites” oleh Li Hui

Li Hui, seniman muda dari Beijing, mempertontonkan karya-karyanya di Yuz Museum, Darmawangsa Square, Jakarta Selatan. Ia menggunakan beragam medium seperti akrilik, stainless steel, serta LED beam, yang dipadu dengan permainan bentuk dan ruang. Karya-karya ini seperti sebuah penafsiran atas ide sang seniman tentang modernitas, teknologi, serta asosiasinya dalam kehidupan sehari-hari. Ia kontemporer, tapi bukan pop. Mudah dipahami, tapi masih menyisakan ruang untuk […]

By with 0 comments
Tamu-Tamu Apartemen

Saya tiba pukul sepuluh, sesuai waktu yang dijanjikan. Setelah mengisi buku tamu di bagian resepsionis, seorang sekuriti ditugaskan mengantar saya ke lift. Ia sudah tahu tujuan saya. Saya langsung naik, dan tak lama kemudian sudah berdiri mematung di depan pintu apartemennya. Bel-nya tidak berfungsi. Namun karena sudah janji, saya ketuk saja. Dua kali diketuk pintu terbuka, dan saya dipersilakan masuk. […]

By with 0 comments
Mencuci di Dermaga

Dermaga di tepi danau Batur terbilang kecil dan tak terawat dengan baik. Ia menampung beberapa kapal kecil yang disewakan pada wisatawan untuk menyeberang ke desa adat Trunyan, salah satu desa suku tertua di Bali. Danau terluas di Bali ini dikelilingi oleh gigiran bukit dan gunung Batur. Cuacanya tak menentu, biasanya hujan dan berkabut di sore hari. Penduduk setempat memanfaatkannya sebagai […]

By with 0 comments
Teman Wartawan, Rasa Bahasa itu Penting!

Pengetahuan akan rasa bahasa itu penting bagi penulis. Yang namanya tulisan, kalau tak ada rasanya, ya, hambar. Tidak enak dibaca. Rasa bahasa bisa dihasilkan dengan beragam cara, mulai dari cara penulisan, pemilihan gaya bahasa, pemilihan sudut pandang, dan tentu saja, dengan penggunaan diksi (pilihan kata) yang tepat. Soal diksi, ibarat masakan, ia adalah garamnya, gulanya, atau kecapnya. Ia yang membuat […]

By with 0 comments
Jadi None Jakarta Ngga Boleh Ribet

Ajang Abang None Jakarta 2010 sudah berakhir. Kota ini punya ikon baru. Saya berbincang-bincang dengan None Jakarta 2010. Siapakah ia sebelum menjabat None? Dan bagaimana ia akan mengubah Jakarta? “Poetri! Poetri! Poetri!” Seruan itu riuh terdengar dari arah penonton. Di panggung, lampu menyoroti seorang perempuan berkebaya kuning dengan kerudung merah. Poetri Monalia tak menyangka kalau malam itu adalah miliknya. Air […]

By with 0 comments