Seorang mama menggendong anak wam (babi) dalam noken (tas tradisional terbuat dari serat kayu yang dirajut) dalam perjalanan di hutan dekat kampung Walma, pegunungan tengah, Papua. Wam punya tempat penting dalam adat setempat. Nama kota Wamena sendiri berasal dari dua kata, “wam” dan “ena”, yang berarti “babi jinak” atau “babi yang dipelihara”. Masyarakat biasa potong wam dalam acara-acara adat seperti pernikahan, kematian, atau hari-hari besar.
Seorang mama menggendong anak wam (babi) dalam noken (tas tradisional terbuat dari serat kayu yang dirajut) dalam perjalanan di hutan dekat kampung Walma, pegunungan...
