Hai. Ketika pergi ke Singapura tahun lalu, satu yang bikin saya terkesan adalah kunjungan ke The Hub, gedung dengan konsep co-working space. Entah mengapa, saya jatuh hati dengan konsep tersebut. Kesannya dinamis, muda, segar, dan kreatif. Saya berharap Jakarta punya tempat semacam itu.

Waktu itu saya pulang ke Indonesia dengan penasaran. Saya pun mencari tahu di internet soal co-working space di Jakarta, dan menemukan satu di bilangan Jakarta Selatan, yaitu Comma. Bagaimanapun, The Hub sendiri belum masuk ke Indonesia.

Karena sangat tertarik, saya pun kirim email The Hub Singapura dan bertanya soal kemungkinan untuk mendirikan satu di Jakarta. Pihak The Hub membalas email dengan menyertakan semacam modul tentang langkah-langkah yang mesti ditempuh untuk mendirikan The Hub, juga memberikan alamat email orang-orang di Jakarta yang punya ketertarikan sama. Singkatnya, mereka ingin saya berdiskusi dengan orang-orang tersebut, dan jika memungkinkan, berkolaborasi.

Niat tinggal niat. Kesibukan membuat saya memendam keinginan membangun The Hub di Jakarta.

Sekitar sebulan yang lalu, Stephanie Arrowsmith, Campaigns & Venture Support Specialist yang berbasis di Melbourne dan Jakarta, mengirim email terbuka dan mengajak orang-orang Jakarta yang tertarik mendirikan The Hub untuk berkumpul. Ini dia! Pikir saya. Ya, meski ingin sekali mendirikan co-working space di Jakarta, rasanya saya selalu tidak punya cukup waktu dan tenaga bahkan untuk memulainya. Tapi Stephanie melakukannya!

Saya sangat bersemangat untuk bisa ikut dalam diskusi perdana soal The Hub Jakarta, namun gagal karena saya mesti berangkat ke Australia selama satu bulan. Saya bilang pada Stephanie untuk tetap mengirim email soal hasil diskusi mereka, dan berharap bisa ikut pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan kedua akhirnya terlaksana hari ini. Kami berkumpul di restoran Kinara, Kemang. Niatnya memang diskusi sambil makan malam. Ada sekitar 20 orang yang hadir, dengan latar belakang beragam. Ada mahasiswa Teknik Informatika, pengusaha, web developer, konsultan bisnis, dan banyak lagi. Mereka juga datang dari mancanegara, mulai dari Amerika hingga Prancis. Sangat menarik.

Diskusi berjalan hangat dan santai. Kami banyak membahas soal pasar di Jakarta; seperti seberapa besar permintaannya, seberapa akrab masyarakat dengan konsep co-working space, juga soal di mana lokasi ideal untuk membangun The Hub. Intinya, masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dibereskan sebelum kami bisa mendirikan The Hub. Tapi rasanya hal tersebut tidak akan menghalangi langkah kami.

Kami selesai pukul sembilan, dan sepakat untuk membicarakan segala sesuatu dengan lebih dalam pada pertemuan selanjutnya. Ya, semoga di pertemuan ketiga semua ide sudah bulat bisa mulai direalisasikan.

Good night!