Di luar kesuksesan Newton merumuskan teori gravitasi, atau keberhasilan Higgs menemukan “partikel Tuhan”, beberapa misteri alam semesta masih gelap dan belum terjawab, seperti… misteri di balik stiker angkot.

Anda boleh sepakat atau tidak, tetapi di tengah rimba jalanan kota yang kian ganas, stiker-stiker angkot (angkutan kota) ampuh mencairkan tumpukan emosi yang mudah meledak. Tulisan-tulisannya singkat dan padat, kadang hanya satu kata, namun blak-blakan dan multi tafsir. Ia mengundang senyum, membuat terpingkal, namun terkadang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru yang lebih menggelitik: Apa yang menginspirasi para sopir itu? Ada cerita kelam apa di balik curhat mereka? Dan apa tujuan sesungguhnya menempel stiker?

Untuk menguak misteri itu, saya menyambangi beberapa terminal dan pangkalan angkot di Jakarta dan Bogor, untuk berbincang dengan para sopir. Hasilnya, ada beberapa karakteristik yang menonjol di kalangan mereka.

#1 Sopir organisator tulen

Stiker angkot 1 - bayu maitraSopir jenis ini memiliki semangat kebersamaan yang tinggi, plus berbakat sebagai organisator. Tengok saja Ujang, 27, pendiri komunitas angkot Shi Bandell. “Ini grup angkot, community. Namanya BAC, Bandell Auto Community,” tuturnya bersemangat. Awalnya, Ujang mendirikan klub dengan anggota tiga angkot jurusan Salabintana – Kota Sukabumi. Kegiatan mereka adalah berkumpul dan konvoi bersama. Bisa ke Puncak atau Pelabuhan Ratu. Kini, sebagian anggota klub yang sudah ratusan itu memisahkan diri. Contohnya adalah klub Monster yang berbasis di Cicurug, Cibadak. “Itu yang megang (memimpin, Red.) si Gepeng, sepupu saya,” jelasnya. Ketika saya tanya apakah klub itu berisi anak-anak bandel, ia menepisnya, “Itu julukan saja. Sama kaya grup Sexy, yang isinya belum tentu orang-orang yang seksi.”

#2 Sopir sayang keluarga

Stiker angkot 3 - bayu maitra

Keluarga adalah segalanya. Kira-kira begitulah yang ingin disampaikan Adi, 30, lewat stiker angkotnya. Adi berasal dari Lampung, dan ia memasang stiker “Tawakal” serta “Rizky”. Tawakal adalah perlambang keinginan, sedangkan Rizky adalah nama anaknya. Rojali, 53, lain lagi. Ia memilih menempelkan nama cucunya, “Jihan”. Dan untuk menegaskan kecintaannya kepada keluarga, ia juga punya stiker “new fear the my a nack is three” (hubungi guru bahasa Inggris terdekat untuk mengartikannya!).

#3 Sopir pemburu setoranStiker angkot 5 - bayu maitra

“Coba Mas lihat dulu film Dono (Warkop DKI, Red.),” tutur Heri, 27, ketika saya tanya perihal stiker di kening angkotnya. “Ungkapan ’Jangkrik, Bos,’ itu artinya minta duit,” tambahnya. Heri mengaku baru dua bulan memasang stiker itu, namun tak jelas alasannya. Ketika saya minta berpose dengan stiker karyanya, Heri menolak. “Wah, kalau difoto nggak bisa kayanya,” jelasnya. Entah mengapa, saya merasa ia sedang mengatakan, ‘Jangkrik, Bos….’

#4 Sopir mellow

Stiker angkot 11 - bayu maitra

Jaja, timer di perempatan Jakarta-Bogor-Puncak-Ciawi, mengatakan kalau stiker-stiker raksasa khas angkot-angkot Bogor kini sudah tidak ada. Pemerintah melarang. Pun demikian, masih ada sopir-sopir yang memasang stiker dalam ukuran kecil, dengan kalimat memelas, semacam “Kunanti walau tak pasti” atau “Don’t say I’m mom boys”.

#5 Sopir spiritual

Stiker angkot 4 bayu maitra

Sopir jenis ini gemar menuliskan kalimat ‘bersayap’ dengan arti tersirat. Bingung? Simak petikan obrolan dengan Ahmad Sadio, 52, pemilik angkot dengan stiker “Titisan Nabi”.

RDI: Apa arti titisan nabi?
AS: Stiker itu, dari sisi arti, sebenarnya hanya suatu kata-kata, hanya suatu kiasan. Yang dimaksud kiasan itu, yang diartikan dari titisan nabi itu, yang kita kategorikan dari arti tersebut, bukan dari nama-nama nabi. Tetapi, yang kita ambil adalah yang baik-baik saja.
RDI: Maksudnya, mengambil nilai-nilai yang baik dari semua nabi?
AS: Ya.
RDI: Mengapa terpikir titisan nabi?
AS: Karena, saya pribadi bukan orang munapik (munafik, Red.). Ya, saya bukan munapik.

Ahmad juga punya stiker “Glanster” di bemper depan angkotnya. “Gelandangan terminal,” katanya mengartikan, “Karena mobil saya selalu tidur di Terminal Lebak Bulus.” Hingga kini, spiritualitas dan kerja keras Ahmad telah menghidupi ketiga anaknya. Anak pertama Ahmad sudah menjadi sarjana teknik, dan anak kedua sedang semester lima di Fakultas Manajemen Universitas Gunadarma, Bekasi. Sementara, si bungsu duduk di kelas tiga SD Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Pada akhirnya, perjalanan ke berbagai terminal pun belum mampu mengungkap secara lengkap misteri di balik stiker angkot. Akan tetapi, meskipun gagal berdiri sejajar dengan Newton dan Higgs, setidaknya saya menjadi lebih sehat karena banyak tertawa – dengan otot perut sedikit mengencang.

Ps: Belum puas? Ini dia stiker angkot lainnya. Have a good laugh.

Stiker angkot 2 - bayu maitra

 red carpet dresses for sale

Stiker angkot 6 - bayu maitra

Stiker angkot 12 - bayu maitra

Stiker angkot 10 - bayu maitra

Stiker angkot 8 - bayu maitra