<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AnyThink &#187; See Through Word</title>
	<atom:link href="http://bayumaitra.net/category/see-through-word/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bayumaitra.net</link>
	<description>Because small things matters</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 20:16:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Tentang Pegunungan Tengah Papua</title>
		<link>http://bayumaitra.net/2011/11/08/tentang-pegunungan-tengah-papua/</link>
		<comments>http://bayumaitra.net/2011/11/08/tentang-pegunungan-tengah-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 08:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Maitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[See Through Word]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayumaitra.net/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[<span class="image-rss"><a href="http://bayumaitra.net/2011/11/08/tentang-pegunungan-tengah-papua/"><img title="Tentang Pegunungan Tengah Papua" src="http://bayumaitra.net/wp-content/uploads/2011/11/Yoshua-Silak-small.jpg" alt="Tentang Pegunungan Tengah Papua" width="200" height="133" /></a></span><br/>Pada 10-27 Oktober silam saya pergi ke Papua. Ini dalam rangka program Aku Cinta Indonesia 2011 yang diselenggarakan oleh detik.com. Ada banyak pengalaman menarik, mulai dari bertemu suku berbadan kecil, menghisap rokok tradisional, mengunyah pinang, hingga mendaki gunung. Saya membagi link untuk artikel dan foto yang telah diterbitkan. Ia akan bertambah seiring publikasi oleh detikcom di situs mereka. Artikel: 1. "Terjebak di Sentani". Hari pertama tiba di Papua mengalami kendala transportasi. 2. "Menjejak Kota di Tengah Lembah". Wamena, sebuah kota yang lengang, tapi juga simpul transportasi penting di Papua. 3. "Papua dan Pinang". Orang Papua punya kebiasaan mengunyah pinang. Apa fungsi dan khasiatnya? 4. "Mengenal Suku Yali di Pelosok Pegunungan". Cerita soal suku berbadan kecil yang tinggal di pedalaman pegunungan tengah. 5. "Menyesap Rokok Asli Papua". Orang Papua punya rokok tradisional yang terbuat dari daun-daunan. 6. "Walma, Tempat Mitologi dan Religi Melebur". Bagaimana seorang tetua adat menjelaskan sejarah manusia. 7. "Noken, Tas Serbaguna Khas Papua". Apa fungsi dan bagaimana proses pembuatan noken. Foto: 1. "Terbang". Kumpulan foto-foto pengalaman terbang ke pedalaman Papua. 2. "Kehidupan Pasar". Gambar-gambar di pasar Jibama, sebuah pasar tradisional besar tempat bertemunya orang-orang gunung. &#160; Enjoy. &#160; &#160;]]></description>
		<wfw:commentRss>http://bayumaitra.net/2011/11/08/tentang-pegunungan-tengah-papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kabar Cirebon: Keraton, Akulturasi Budaya dan Pluralisme</title>
		<link>http://bayumaitra.net/2011/10/03/kabar-cirebon-keraton-akulturasi-budaya-dan-pluralisme/</link>
		<comments>http://bayumaitra.net/2011/10/03/kabar-cirebon-keraton-akulturasi-budaya-dan-pluralisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 10:37:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Maitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[See Through Word]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayumaitra.net/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[<span class="image-rss"><a href="http://bayumaitra.net/2011/10/03/kabar-cirebon-keraton-akulturasi-budaya-dan-pluralisme/"><img title="Kabar Cirebon: Keraton, Akulturasi Budaya dan Pluralisme" src="http://bayumaitra.net/wp-content/uploads/2011/10/radimin-small_full.jpg" alt="Kabar Cirebon: Keraton, Akulturasi Budaya dan Pluralisme" width="200" height="132" /></a></span><br/>Adanya keraton di sebuah daerah adalah refleksi kebesaran dan tingginya kebudayaan setempat di masa lampau. Cirebon punya keraton. Cirebon pernah besar. Kini, keraton-nya adalah aset kebudayaan. Berjalan-jalan ke sisi timur kota Cirebon akan memberi Anda gambaran tentang tata kota zaman kerajaan. Kota-kota zaman itu biasanya dibangun tak jauh dari bandar (pasar), dimana sebagian besar bandar paling ramai terletak di pesisir pantai. Di sanalah titik terjadinya pertukaran budaya, yang memungkinkan adanya peningkatan ilmu pengetahuan serta akulturasi budaya. Di sana juga terletak kunci pertumbuhan ekonomi. Sejarah mengatakan bahwa perdagangan di wilayah pesisir selalu meriah. Pedagang mancanegara transit, berdagang, dan bermukim di sana. Kota Cirebon bagian timur berbatasan dengan Laut Jawa. Hingga kini, bagian tersebut masih ramai. Ada pelabuhan yang jadi pusat transportasi laut. Ada pabrik tembakau British American Tobacco (BAT). Gedung-gedung perbankan berdiri tak jauh satu dengan lainnya. Begitu juga dengan tempat-tempat ibadah, seperti gereja dan klenteng. Klenteng Welas Asih yang berusia sekitar 700 tahun ada di sana. Tentu saja, banyak juga tempat-tempat bersejarah seperti Taman Ade Irma dan keraton-keraton. Cirebon punya empat keraton yang semuanya berada di sisi timur. Empat keraton di Cirebon adalah keraton Kasepuhan, Kanoman, Kecirebonan, dan Kaprabonan. Letaknya yang berdekatan bukan tanpa sebab. Semua keraton merupakan pecahan dari keraton [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://bayumaitra.net/2011/10/03/kabar-cirebon-keraton-akulturasi-budaya-dan-pluralisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kabar Cirebon: Ziarah Makam Sunan Gunungjati</title>
		<link>http://bayumaitra.net/2011/09/12/kabar-cirebon-ziarah-makam-sunan-gunungjati/</link>
		<comments>http://bayumaitra.net/2011/09/12/kabar-cirebon-ziarah-makam-sunan-gunungjati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 11:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Maitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[See Through Word]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayumaitra.net/?p=618</guid>
		<description><![CDATA[<span class="image-rss"><a href="http://bayumaitra.net/2011/09/12/kabar-cirebon-ziarah-makam-sunan-gunungjati/"><img title="Kabar Cirebon: Ziarah Makam Sunan Gunungjati" src="http://bayumaitra.net/wp-content/uploads/2011/09/DSC07715.jpg" alt="Kabar Cirebon: Ziarah Makam Sunan Gunungjati" width="200" height="133" /></a></span><br/>Cirebon terletak di sepanjang pantai utara pulau Jawa. Ia salah satu simpul transportasi pulau Jawa yang dikenal sebagai jalur Pantura, yang menghubungkan Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya. Letak Cirebon membuatnya jadi jembatan budaya antara dua suku, Sunda dan Jawa, karena ia berada di perbatasan provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Luas Cirebon sebesar 37.35 km2, dengan penggunaan lahan 32 persen untuk perumahan dan 38 persen untuk pertanian. Percampuran budaya di Cirebon terlihat jelas pada manusia-manusianya. Saya lihat banyak orang berkulit coklat seperti wong Jowo, ada juga yang putih Sunda. Ada juga orang sipit keturunan Cina di sana. Jika Anda pergi ke Cirebon, maka akan terasa sekali percampuran budayanya. Dalam sehari, Anda bisa dipanggil dengan cara berbeda. Kadang "teh", kadang "mbak". Sesekali "a'a", lain kali "mas". Cirebon dikenal dengan banyak julukan. Ada sebutan kota rebon (sebutan untuk udang ukuran kecil yang khas daerah sini), ada julukan kota keraton karena ia punya empat keraton di dalam kota, ada pula julukan kota wali Karena di sini terletak makam Sunan Gunungjati. Sangatlah mudah untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Cirebon. Daerah relatif kecil, dan semua terhubung dengan transportasi umum seperti angkot dan bis kecil. Jika ingin lebih menikmati suasana kota, Anda bisa pilih becak yang keberadaannya masih menjamur. Ada sembilan pintu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://bayumaitra.net/2011/09/12/kabar-cirebon-ziarah-makam-sunan-gunungjati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

