<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AnyThink</title>
	<atom:link href="http://bayumaitra.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bayumaitra.net</link>
	<description>Because small things matters</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 20:16:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Mama dan Wam</title>
		<link>http://bayumaitra.net/2012/01/13/tetua-suku-dani/</link>
		<comments>http://bayumaitra.net/2012/01/13/tetua-suku-dani/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 20:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Maitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[See Through Lense]]></category>
		<category><![CDATA[art and culture]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[photo story]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayumaitra.net/?p=666</guid>
		<description><![CDATA[<span class="image-rss"><a href="http://bayumaitra.net/2012/01/13/tetua-suku-dani/"><img title="Mama dan Wam" src="http://bayumaitra.net/wp-content/uploads/2012/01/mama-papua-small.jpg" alt="Mama dan Wam" width="200" height="133" /></a></span><br/>Seorang mama, anak, dan anak babi. @bayumaitra Seorang mama menggendong anak wam (babi) dalam noken (tas tradisional terbuat dari serat kayu yang dirajut) dalam perjalanan di hutan dekat kampung Walma, pegunungan tengah, Papua. Wam punya tempat penting dalam adat setempat. Nama kota Wamena sendiri berasal dari dua kata, "wam" dan "ena", yang berarti "babi jinak" atau "babi yang dipelihara". Masyarakat biasa potong wam dalam acara-acara adat seperti pernikahan, kematian, atau hari-hari besar.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://bayumaitra.net/2012/01/13/tetua-suku-dani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alex Komang: Darmin, semiotika, dan Surat Kecil Untuk Tuhan</title>
		<link>http://bayumaitra.net/2012/01/12/alex-komang-darmin-semiotika-dan-surat-kecil-untuk-tuhan/</link>
		<comments>http://bayumaitra.net/2012/01/12/alex-komang-darmin-semiotika-dan-surat-kecil-untuk-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 07:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Maitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayumaitra.net/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[<span class="image-rss"><a href="http://bayumaitra.net/2012/01/12/alex-komang-darmin-semiotika-dan-surat-kecil-untuk-tuhan/"><img title="Alex Komang: Darmin, semiotika, dan Surat Kecil Untuk Tuhan" src="http://bayumaitra.net/wp-content/uploads/2012/01/alex-komang-by-bayu-maitra1.jpg" alt="Alex Komang: Darmin, semiotika, dan Surat Kecil Untuk Tuhan" width="174" height="200" /></a></span><br/>Aktor dalam film Surat Kecil Untuk Tuhan ini sedang bersantap saat ditemui di Warung Darmin, Mampang. Ini tempat kepunyaannya. Ia cerita banyak soal nama Darmin, semiotika, hingga dunia film. Q: Anda mendirikan Warung Darmin. Ada ketertarikan soal kuliner? A: Makan itu adalah bagian hidup. Warung adalah ruang untuk bersama. Kita bisa sharing, diskusi, saling member stimulus antara satu anggota masyarakat dengan yang lain. Kita perlu ini sebagai makhluk sosial. Nah, tempat dimana kita bisa merasa bebas, tanpa terikat aturan-aturan khusus, adalah warung. Q: Mengapa pakai nama Darmin dan bukan Alex Komang? A: Karena itu akan lebih luas. Kalau pakai nama pribadi akan menyempit. Darmin adalah nama yang bisa dipakai semua orang. Setiap orang bisa mengatakan “saya adalah Darmin”. Saya ingin menangkap common people. Saya ingin setiap orang bisa menyandang nama Darmin. Q: Apa kesibukan Anda selain mengurus warung ini? A: Lagi berusaha menyelesaikan skripsi. Saya ngga tahu (apakah akan selesai), tapi lagi berusaha. Saya kan mahasiswa. Q: Apa tema skripsi-nya? A: Semiotika. Sebetulnya ngga berat. Kebetulan saya, kan, di film dan kesenian. Jadi itu salah satu kajian yang harus jadi perhatian saya. Dan jika kebetulan ini menjadi sebuah tugas, mudah-mudahan hasilnya berguna bagi orang banyak. Q: Apa yang Anda anggap [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://bayumaitra.net/2012/01/12/alex-komang-darmin-semiotika-dan-surat-kecil-untuk-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengrajin Dusun Klipoh</title>
		<link>http://bayumaitra.net/2011/12/29/pengrajin-dusun-klipoh/</link>
		<comments>http://bayumaitra.net/2011/12/29/pengrajin-dusun-klipoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 17:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Maitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[See Through Lense]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[magelang]]></category>
		<category><![CDATA[photo story]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayumaitra.net/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[<span class="image-rss"><a href="http://bayumaitra.net/2011/12/29/pengrajin-dusun-klipoh/"><img title="Pengrajin Dusun Klipoh" src="http://bayumaitra.net/wp-content/uploads/2011/12/gerabah-small.jpg" alt="Pengrajin Dusun Klipoh" width="200" height="132" /></a></span><br/>&#160; Dusun Klipoh terletak di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Magelang. Ia desa kecil yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pengrajin gerabah. Keahlian ini sudah turun-temurun. Masyarakat biasa ambil bahan baku berupa tanah liat di kali, dekat desa mereka. Nama Klipoh sendiri berasal dari dua kata, "kali" dan "poh". Artinya "tempat dekat kali".]]></description>
		<wfw:commentRss>http://bayumaitra.net/2011/12/29/pengrajin-dusun-klipoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

