<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AnyThink</title>
	<atom:link href="http://bayumaitra.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bayumaitra.net</link>
	<description>Because small things matters</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 20:19:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mencuci di Dermaga</title>
		<link>http://bayumaitra.net/2010/09/05/mencuci-di-dermaga/</link>
		<comments>http://bayumaitra.net/2010/09/05/mencuci-di-dermaga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 20:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Maitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[See Through Lense]]></category>
		<category><![CDATA[danau batur]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[human interest]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayumaitra.net/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Dermaga di tepi danau Batur terbilang kecil dan tak terawat dengan baik. Ia menampung beberapa kapal kecil yang disewakan pada wisatawan untuk menyeberang ke desa adat Trunyan, salah satu desa suku tertua di Bali. Danau terluas di Bali ini dikelilingi oleh gigiran bukit dan gunung Batur. Cuacanya tak menentu, biasanya hujan dan berkabut di sore hari. Penduduk setempat memanfaatkannya sebagai [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://bayumaitra.net/2010/09/05/mencuci-di-dermaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teman Wartawan, Rasa Bahasa itu Penting!</title>
		<link>http://bayumaitra.net/2010/09/02/teman-wartawan-rasa-bahasa-itu-penting/</link>
		<comments>http://bayumaitra.net/2010/09/02/teman-wartawan-rasa-bahasa-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 07:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Maitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[See Through Word]]></category>
		<category><![CDATA[diksi]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalisme]]></category>
		<category><![CDATA[penulisan jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[rasa bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayumaitra.net/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Pengetahuan akan rasa bahasa itu penting bagi penulis. Yang namanya tulisan, kalau tak ada rasanya, ya, hambar. Tidak enak dibaca. Rasa bahasa bisa dihasilkan dengan beragam cara, mulai dari cara penulisan, pemilihan gaya bahasa, pemilihan sudut pandang, dan tentu saja, dengan penggunaan diksi (pilihan kata) yang tepat.
Soal diksi, ibarat masakan, ia adalah garamnya, gulanya, atau kecapnya. Ia yang membuat sebuah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://bayumaitra.net/2010/09/02/teman-wartawan-rasa-bahasa-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi None Jakarta Ngga Boleh Ribet</title>
		<link>http://bayumaitra.net/2010/09/01/jadi-none-jakarta-ngga-boleh-ribet/</link>
		<comments>http://bayumaitra.net/2010/09/01/jadi-none-jakarta-ngga-boleh-ribet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 08:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bayu Maitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[See Through Word]]></category>
		<category><![CDATA[none jakarta 2010]]></category>
		<category><![CDATA[poetri monalia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayumaitra.net/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Ajang Abang None Jakarta 2010 sudah berakhir. Kota ini punya ikon baru. Saya berbincang-bincang dengan None Jakarta 2010. Siapakah ia sebelum menjabat None? Dan bagaimana ia akan mengubah Jakarta?
“Poetri! Poetri! Poetri!” Seruan itu riuh terdengar dari arah penonton. Di panggung, lampu menyoroti seorang perempuan berkebaya kuning dengan kerudung merah. Poetri Monalia tak menyangka kalau malam itu adalah miliknya. Air matanya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://bayumaitra.net/2010/09/01/jadi-none-jakarta-ngga-boleh-ribet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
