Posts under Tag: opini
Tentang Keberanian 

Minggu lalu saya ke Dunia Fantasi (Dufan) dengan rasa cemas. Bukan cemas karena harga tiket mahal, tapi saya segan dengan banyak permainan di sana, terutama yang melibatkan ketinggian dan kepala terbalik. Tetapi karena saya lebih cemas dimusuhi rekan-rekan sejawat, akhirnya jalan juga. Bagusnya, hari itu saya jadi belajar tentang keberanian.

By with 0 comments
The Death and Return of Encyclopaedia Britannica

Setelah 244 tahun terbit, Ensiklopedi terbesar dunia ini memutuskan untuk membunuh versi cetak-nya.  Mereka terlahir kembali dalam bentuk digital, dengan optimisme tinggi.

By with 0 comments
Selepas Cipinang

ERWIN ARNADA mampir ke Yayasan Pantau, pada suatu malam di akhir Juli silam. Ia terlihat mencolok di antara yang hadir di sana. Rambut hitam keperakkan, blazer beludru, celana jeans dan sepatu kasual. Seuntai kalung melingkar di leher. Ia terlihat… nyentrik. Agendanya adalah berdiskusi seputar majalah Playboy Indonesia.

By with 0 comments
‘Kuliah’ Singkat Dari Siti Musdah Mulia

Siti Musdah Mulia orang Bone, Sulawesi Selatan. Sejak kecil ia tumbuh di kalangan pesantren. Pendidikan masa kecilnya cenderung represif terhadap pertanyaan-pertanyaan ‘liar’ yang kerap timbul kepalanya, seperti “mengapa kyai boleh beristri empat?” atau “mengapa laki dan perempuan tidak boleh bertatap muka?”

By with 2 comments
Tiang-Tiang Setengah Jadi

Tiang-tiang penopang monorel itu bergeming di tempat masing-masing, seperti tersangka menunggu vonis hakim. Kini, setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya… tidak jadi juga!

By with 0 comments
A Plane to Catch

It was not so long ago when my collegue cursed while checking the airlines fares for the next holiday season. She took a deep breath, sighing. She was frustrated by the-peak season-rates for travel accommodation. Well, of course, it was a mistake from the beginning.

By with 0 comments
Mengenang Kelas Narasi Pantau

Di tengah kesibukkan menulis artikel, seorang teman membisiki saya, “#^!#@!#!%$& &^%$&$& .” Dia kelewat berbisik. Teman saya mengulang tiga kali–cukup membuat saya khawatir soal kesehatan telinga–sebelum saya mendengar dengan jelas. Dia bilang, “gue mau ikut kelas Pantau angkatan XI.”

By with 4 comments
Soal Wartawan Gemar ‘Mengadu’ Narasumber

Minggu lalu, saya mewawancara penggagas Jakarta Hidden Tour, sebuah tour orginizer yang salah satu destinasinya selalu melibatkan tempat-tempat kumuh di Jakarta. Ia bernama Ronny Paluan, usia 58, rambut panjang sepinggang, putih semua.

By with 0 comments